Pengikut

Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Perbandingan Pengajaran Abad 21 dengan Pengajaran Tradisional


Perbandingan Pengajaran abad ke 21 dengan Pengajaran Tradisional
          Dalam mendalami kedua pendekatan yang akan ditampilkan dibawah tidak untuk mencari kelemahan atau antara cara masa lampau/masa kini dengan cara pendekatan abad ke 21, akan tetapi  dimaksudkan untuk mencari metode yang terbaik dalam system pemebalajaran sesuai dengan tuntutan perkembangan jaman.

          Pengajaran tradisional yang berpusat pada guru
          Metode ceramah adalah mengajar yang terpusat pada guru yang umum ditemukan disekolah-sekolah diseluruh dunia, metode ini sangat efektif  terutama untuk;
·     Share informasi jika diantara mereka sulit untuk mendapatkan di tempat lain
·     Dapat menyajika informasi yang lebi cepat
·     Membangkitkan minat akan informasi
·     Cocok untuk para siswa yang memiliki teknik belajar dengan cara mendengarkan.

        Akan tetapi pembelajaran yang berpusat pada guru juga memberikan beberapa tantangan yaitu:
·       Cara ini tidak dapat diterima oleh semua siswa dengan baik, hanya siswa yang dapat belajar baik dengan cara mendengarkan saja yang dapat menerima.
·       Mempertahankan minat siswa seringkali sangat sulit
·       Cara ini cenderung sedikit menggunakan pemikiran kritis
·       Pendekatan ini diasumsikan bahwa semua siswa belajar sama tidak bersifat pribadi.

Pendekatan abad ke 21 yang berpusat pada siswa
        Cara belajar abad ke 21 sangat berbea dengan  cara tradisional yang berpusat pada siswa. Kedua metode tersebut mempunyai pendekatan yang berbeda baik dilihat dari isi, instruksi, lingkungan kelas, penilaian, dan teknologi, seperti yang tertuang pada table di bawah.
Pendekatan yang berpusat  pada siswa
Pendekatan yang berpusat pada siswa
Materi
Materi dikembangkan dari kurikulum, dan semua siswa mempelajari topic yang sama pada waktu yang sama
Para siswa belajar topic-topik berdasarkan kurikulum  dan sandart tetapi dijinkan untuk memilih sebuah topic belajar
Para siswa mendapatkan akses pada informasi yang terbatas, dipilih oleh siswa atau perpustakaan sekolah
Para  siswa mendapatkan akses tak  terbatas terhadap informasi yang tak terbatas  dengan kualitas yang berbeda-beda.
Topik-topik belajar biasanya terisolasi da berdiri sendiri dari satu sama lainnya
Para siswa mempelajari materi yang memperlihatkan hubungan antar mata pelajaran
Para siswa menghafal fakta dan kadang menganalisa informasi secara kritis. Terdapat focus yang sedikit dalam mengaplikasikan fakta atau konsep pada situasi dunia nyta yang berbeda-beda
Para siswa mempalajari konsep dan juga fakta dan sering terlibat dalam menganalisa tingkat tinggi, evaluasi, dan sintesa dari berbagai jenis materi. Terdapat penekanan pada bagaimana mengaplikasikan konsep terhadap situasi di dunia nyata
Para siswa berusaha untuk menemukan jawaban yang benar
Para siswa berusaha untuk mendapatkan salah satu dari sejumlah jawaban yang benar

Para siswa memilih kegiatan dan memberikan materi sesuai tingkatannya

Para siswa memilih bermacam jenis kegiatan yang disediakan siswa dan seringkali menentukan sendiripada tingkat tantangan mana mereka harus bekerja.

Pendekatan yang berpusat  pada siswa
Pendekatan yang berpusat pada siswa
Instruksi
 Siswa adalah pemberi informasi, orang yang bijaksana di atas panggung, yang membantu para siswa untuk mendapatkan kecakapan dan pengetahuan
Siswa  adalah fasilitator/penghubung, pendamping siswa, yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengaplikasikan kecakapan dan membangun pengetahuan mereka sendiri.
Belajar dimulai dari sesuatu yang tidak diketahui siswa
Belajar dimulai dengan pengatahuan yang sudah pernah diketahui  sebelumnya.
Mengajar adalah proses yang penuh instruksi
Mengajar adalah proses membangun
Para siswa menyelesaikan aktivitas dan pelajaran pendek yang terlepas di sekitar materi dan kecakapan tertentu.
Para siswa bekerja pada aktivitas dan proyek yang terhubungkan dengan tujuan jangka panjang untuk membangun pengertian konsep yang mendalam dan strategi yang berguna.


Pendekatan yang berpusat  pada siswa
Pendekatan yang berpusat pada siswa
Lingkungan Kelas
Para siswa belajar secara pasif di dalam kelas yang sunyi
Lingkungan kelas  menggambarkan tempat bekerja yang hidup dengan berbagai macam aktivitas dan tingkat keramaian yang tinggi tergantung pada jenis  materi yang sedang dikerjakan.
Para siswa biasanya bekerja secara individu
 Para siswa seringkali bekerjasama dengan teman-teman, para ahli, masyarakat Sekitar dan para siswa

Pendekatan yang berpusat  pada siswa
Pendekatan yang berpusat pada siswa
Penilaian
Para siswa mengerjakan ujian kertas dan pensil dengan tenang dan individual. Pertanyaan-pertanyaan tersimpan rahasia sampai waktunya ujian sehingga siswa harus belajar seluruh materi ujian walaupun hanya sebagian yang akan diujikan.
Para siswa mengetahui sebelumnya bagaimana mereka akan diuji, memiliki criteria terhadap materi yang akan dinilai, menerima  komentar dari siswa danteman-teman mereka, dan memiliki banyak kesempatan untuk menilai pekerjaan mereka sendiri.
 Para siswa bertanggung jawab penuh atas proses belajar mengajar para siswa
 Siswa dan siswa berbagi tanggung jawab dalam proses belajar mengajar dan keberhasilannya.
Siawa amat termotivasi untuk mendapatkan nilai yang bagus, untuk menyenangkan siswa dan mendapatkan hadiah.
Minat dan keterlibatan siswa meningkatkan motivasi dan usahanya.

Pendekatan yang berpusat  pada siswa
Pendekatan yang berpusat pada siswa
Teknologi
 Siswa mengunakan berbagai macam teknologi untuk menerangkan, mendemonstrasikan, dan menggambarkan berbagai macam topic.
 Siswa menggunakan berbagai macam teknologi untuk mengerjakan riset, berkomunikasi, dan membuat pengetahuan.
                 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS